MAIN BASKET
ED 22 2014

MAIN BASKET Magazine ED 22 2014


Full Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 89.000

Digital X Kompas.Id 1 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 129.000

Digital X Kompas.Id 3 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 359.000

Digital X Kompas.Id 6 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 649.000

Single Issue
Rp 29.000
Add to Cart
** Digital publication can only be read on Gramedia Digital e-reader
Description
Detail
Rating & Review
Release Date: 01 June 2014.

DRAMA 2013–2014

Waktu tersisa enam detik . Apa yang bisa kita perbuat dengan waktu yang hanya sekejap itu? Di basket, jawabannya adalah banyak.

Dalam laga-laga yang sangat ketat, di mana selisih poin antara kedua tim hanya terpaut satu, dua atau tiga angk a, enam detik adalah waktu yang sangat cukup untuk memastikan kemenangan atau mencuri kemenangan bagi yang tertinggal. Bila tak mampu mencuri kemenangan, setidaknya memaksakan agar laga diperpanjang selama lima menit lagi alias over time. Enam detik adalah waktu yang tersisa ketika CLS K nights Surabaya menghadapi Aspac Jakarta di Seri Surabaya lalu. CLS Knights ter tinggal 53-51 tetapi menguasai bola melalui lemparan ke dalam.

Dari sisi side line k iri, Mario Wuysang melempar bola jauh ke side line k anan. Bola di tangkap dengan baik oleh Sandy Febiansyakh. Ia mengambil ancang-ancang tembak an tiga angka namun urung dilakuk an. Sandy hanya mengambil gerakan menipu seolah ak an menembak.

Dari side line kanan, Sandy langsung menusuk ke dalam dengan mengambil jalur tengah. Dribble kiri Sandy membuat bola berjalan aman. Cuplik an tersebut berlangsung cepat. Mungk in hanya tiga detikan. Detik selanjutnya, Sandy sudah melayang untuk melakukan layup shot. Ia melewati Xaverius dan Pringgo yang hanya diam tak berani mengambil risiko melakuk an pelanggaran.

Tangan Sandy begitu dekat dengan ring. Mungkin hanya sekitar lima sentimeter. Ia mengantar bola dengan lembut ke dalam ring. Penonton di DBL Arena bersorak sorai.

Tetapi laju bola terasa sangat lamban. Menyentuh bibir ring, lalu mengambil jalan memutar searah jarum jam. Bola seolah mencoba mencari cara agar segera masuk. Teriakan sorai ribuan penonton di DBL Arena tiba-tiba mengalami perubahan intonasi. Dari girang menjadi desahan kecewa. Bola hantaran Sandy mengelilingi setengah sisi ring sebelum pamit keluar menuju tangan pemain Aspac. Skor tidak berubah, 53-51. Dramatis. Adegan penutup pertarungan CLS Knights vs. Aspac di Surabaya berakhir dramatis. Dan itu bukan yang pertama.

Di Jakarta, menghadapi lawan yang sama, CLS Knights juga kehilangan kesempatan di detik terakhir. Saat itu, lay up shot Andrie Ekayana di detik terakhir gagal membalikkan keunggulan. Aspac menang 68-67.

Kisah dramatis CLS Knights berkebalikan dengan Satria Muda Britama Jakarta, Garuda Kukar Bandung dan Pelita Jaya EMP Jakar ta. Dalam pertandingan yang super ketat, ketiga tim tersebut berhasil merebut k emenangan di detik terakhir. Satria Muda melakukannya kepada CLS Knights di Surabaya (68-67), Garuda melakukannya kepada Satria Muda di Bandung (63-62) dan Pelita Jaya kepada Garuda di Jakarta (68-66). Mengikuti perjalanan setiap tim di musim reguler ini, hampir semuanya pernah menampilkan drama-drama menarik. Selain empat tim besar di atas yang senang berbagi poin dengan selisih yang sangat tipis, ada pula tim yang sangat gemar memasuki masa over time sebelum menyudahi laga.

Ia adalah Hangtuah Sumsel IM. Musim ini, Hangtuah melewati delapan kali masa over time. Terbanyak di antara tim-tim lainnya.

Empat tim lain yang tidak akan berpar tisipasi di Championship Series juga memiliki dramanya masingmasing. Optimisme yang menyelimuti merek a selama musim reguler perlahan kandas oleh kenyataan bahwa delapan tim lainnya masih lebih kuat daripada merek a. Drama musim 2013-2014 ini masih jauh dari kata usai. Ibarat film-film laga, kita ak an memasuki masa-masa terpanasnya. Empat tim telah “tewas”. Delapan lainnya akan saling menjegal dan menyingkirk an satu sama lain. Puncaknya tentu saja akan terjadi di laga Final Championship Series. Dua tim terbaik akan beradu.

Enam detik atau kurang dalam pautan skor yang sangat ketat akan membuat drama puncak ak an mencapai titik klimaks yang maksimal. Dan ketik a trophy k arya Nyoman Nuarta akhirnya diangkat tinggi-tinggi oleh salah satu tim dan potongan-potongan confetti mulai mengalir jatuh, kita tahu bahwa drama akhirnya usai.

Berbeda dengan drama pada umumnya, drama Speedy NBL Indonesia –seper ti halnya drama kompetisi olahraga lainnya- akan selalu memiliki dua ujung. Ujung bahagia bagi fans dan tim pemenang, serta ujung lara bagi pendukung dan tim yang kalah.

Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : JP RADAR
Page Count : 80
Rating & Review
No review for this product yet.
© 2010 - 2020 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Loading...
Loading...