elshinta
May 2019

Elshinta Magazine May 2019


Single Issue
Free
** Digital publication can only be read on Gramedia Digital e-reader
Description
Detail
Rating & Review
Release Date: 09 May 2019.

Industri 4.0 atau revolusi industri keempat sudah dimulai dan terus bergerak. Namun belum ada yang

bisa menjelaskan dengan gamblang apa dan bagaimana ia. Akibatnya banyak orang yang pesimis

meski tak sedikit yang optimis. Revolusi Industri terbukti mampu membantu manusia namun banyak

yang kawatir akan menggantikan tugas-tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia. Sebelum

diciptakan mesin uap, manusia mengandalkan tenaga otot, tenaga angin atau pun tenaga air. Tenaga

otot manusia, hewan (kuda, sapi, dan hewan lainnya) tentu saja sangat terbatas. Begitu pula tenaga

air atau pun tenaga angin. Butuh air terjun atau daerah yang banyak anginnya. Dengan mesin uap,

banyak orang-orang menjadi kaya dan tak lagi terbatas hanya pada para tuan tanah. Revolusi Industri

berikutnya, Revolusi Industri 2.0 tenaga manusia yang telah banyak digantikan mesin uap, ternyata

tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia. Di tahun 1912 perusahaan mobil Ford hanya

menghasilkan 68.773 mobil dalam setahun, jauh dari permintaan masyarakat waktu itu. Revolusi pada

lini produksi di tahun 1913 ditemukannya “ban berjalan” yang mampu meningkatkan produksi Ford

menjadi 170 ribu mobil pada tahun 1914 dan tembus 1 juta di tahun 1922. Penggunanan ban berjalan

berhasil menurunkan waktu dan biaya produksi. Setelah mesin uap, ban berjalan dan listrik, mulailah

era mesin yang bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot yang disebut

Revolusi Industri ketiga. Komputer menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali

lini produksi. Komputer sebagai otaknya dan robot adalah tangannya. Namun pelan-pelan pekerjaan

kasar dan pekerjaan manual pun menghilang. Sumber daya manusia menurun, dan tersedia sumber

daya manusia untuk pekerjaan-pekerjaan lain. Masuk Revolusi Industri keempat, yang paling terasa

adalah internet. Internet of Things, semua komputer tersambung dalam jaringan. Segala masalah

pada industri bisa langsung diketahui oleh para pemilik industri dimanapun ia berada. Kemajuan

teknologi mampu merekam dan menyediakan informasi selama 24 jam sehari. Ditambah penemuan

Cloud Computing, komputer yang saling terhubung, menjadikan penggolahan data menjadi mudah.

Machine learning pada perkembangan berikutnya, merupakan mesin yang mempunyai kemampuan

belajar dan bisa menyadari jika melakukan kesalahan, lalu melakukan koreksi yang tepat. Apa

yang Machine learning hasilkan berikutnya menjadi lebih baik, sehingga kita manusia akan tenang

melakukan pekerjaan-pekerjaan lain.

Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : CONTENT FIRST INDONESIA
Page Count : 118
Rating & Review
No review for this product yet.
Other Issues
Recommendation
Other Issues
More
© 2010 - 2020 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Loading...
Loading...