Menuntaskan Sengketa Tanah

Jual Buku Menuntaskan Sengketa Tanah oleh Elza Syarief


Oleh Elza Syarief

Full Premium Package

Baca item ini dan puluhan ribu buku serta majalah lainnya hanya

Rp 89.000 / Bulan

Eceran
Rp 69.000
Tambahkan
** Publikasi digital hanya dapat dibaca dari e-reader Gramedia Digital
Deskripsi
Detail
Ulasan Anggota
GoodReads
Tanggal rilis: 07 July 2017.

Akibat kekosongan dan kerancuan hukum, kasus-kasus sengketa tanah makin banyak. Kasus Makam Mbah Priok, Alas Tlogo (Pasuruan), Mesuji, dan Ogan Ilir yang ramai

diberitakan karena menimbulkan kerusuhan maut, pada intinya adalah kasus sengketa tanah.

Sejatinya, urusan tanah Indonesia diatur dalam UU Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang bersemangat nasionalis dan populis, mengutamakan manusia daripada korporasi dan

mencegah kesenjangan dalam kepemilikan tanah. Namun sebelum land reform berbasis UUPA sempat dijalankan, rezim berubah dan UUPA pun terpinggirkan. Hukum privat dan hukum publik jadi tumpang tindih, diperparah berbagai pelanggaran seperti pemalsuan dan penyerobotan, sehingga menyuburkan sengketa tanah di Indonesia. Timbul berbagai masalah, mulai dari tak bisa dimanfaatkannya tanah untuk kemakmuran sampai bentrokan yang memakan korban jiwa.

Dalam buku ini, Elza Syarief, advokat perempuan yang paling dikenal di Indonesia, menghadirkan kajian ilmu hukum tanah. Kajian ini, yang aslinya disusun sebagai disertasi di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, merangkum argumen dari berbagai sumber dan pengalaman penulis menangani kasus-kasus tanah. Penulis

menawarkan penyelesaian bagi keruwetan masalah tanah di Indonesia dengan mengusulkan diadakannya badan yang fokus menangani semua urusan tanah, Pengadilan Khusus Pertanahan, sebagai jalan keluar menuntaskan sengketa tanah di Indonesia.

Bahasa : Indonesian
Negara : Indonesia
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Penulis : Elza Syarief
Jumlah halaman : 472
Ulasan Anggota
Belum ada ulasan untuk edisi ini.
© 2010 - 2019 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Memuat...
Memuat...