Key Financial 2011 - 2014

Jual Buku Key Financial 2011 - 2014 oleh Buddy Setianto


Oleh Buddy Setianto

Eceran
Rp 100.000
Tambahkan
** Publikasi digital hanya dapat dibaca dari e-reader Gramedia Digital
Deskripsi
Detail
Ulasan Anggota
Tanggal rilis: 01 September 2015.

Key Financial data 517 Emiten (periode 2011-2014) yang terdaftar

Di Bursa Efek Indonesia

Lengkap dengan latar belakang usaha emiten

Langkah terpenting penilaian harga saham adalah mencari parameter keuangan kunci yang berasal dari laporan keuangan perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dari waktu ke waktu yang mana bisa ditarik kesimpulan kinerja manajemen perusahaan.

Laba/Rugi dan Arus Kas:

•Revenue atau total penjualan kotor untuk menilai perputaran dana yang dihasilkan perusahaan atau pembelian produk perusahaan oleh para pelanggan.

•Gross profit atau laba kotor (laba usaha/operating profit) untuk menilai efektifitas atau profitabilitas perusahaan terhadap biaya langsung atau biaya produksi tidak termasuk biaya operasional.

•Laba bersih setelah pajak merupakan hasil akhir (bottom-line) suatu perusahaan dimana total jumlahnya atau sebagian langsung dirasakan para pemegang saham dalam bentuk dividen dan/atau di investasikan kembali kedalam pengembangan usaha perusahaan.

•Gain/Loss Non- Operating terdiri dari komponen laba/rugi selisih kurs, penjualan asset perusahaan, kenaikan/penurunan nilai inventory dsb. Banyak gain atau loss pada komponen ini yang sering diabaikan memiliki dampak yang signifikan terhadap penilaian harga saham, karena dampak gain/loss non operating sering digunakan sebagai window dressing yang tidak menyalahi metode akuntansi yang berlaku.

•Free cash flow (FCF) adalah arus kas bebas bersih termasuk gain/loss non operational, depresiasi, amortisasi dan capital expenditure.

Sisi neraca sering dianggap tidak penting padahal dampak deficit atas modal kerja sangat significant mengurangi kemampuan arus kas bersih dan selanjutnya menurunkan nilai wajarnya. Dampak kekuatan/kelemahan neraca akan dirasakan dalam jangka menengah panjang yaitu penurunan harga secara bertahap, tanpa di sadari penyebabnya, meskipun kelemahan atau deficit suatu neraca bisa di abaikan sepanjang bottom line perusahaan kuat. Dampak akibat deficit neraca dirasakan terutama oleh perusahaan yang berbasis komoditi.

Bahasa : Indonesian
Negara : Indonesia
Penerbit : Bumisaka Kurnia
Penulis : Buddy Setianto
Jumlah halaman : 349
Ulasan Anggota
Belum ada ulasan untuk edisi ini.
Edisi Rekomendasi
Edisi Rekomendasi
© 2010 - 2019 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Memuat...
Memuat...