Genealogi Kekerasan dan Pergolakan Subaltern (Bara di Bali Utara)

Jual Buku Genealogi Kekerasan Dan Pergolakan Subaltern (Bara Di Bali Utara) oleh I Ngurah Suryawan


Oleh I Ngurah Suryawan

Eceran
Rp 75.000
Tambahkan
** Publikasi digital hanya dapat dibaca dari e-reader Gramedia Digital
Deskripsi
Detail
Ulasan Anggota
GoodReads
Tanggal rilis: 06 November 2019.

"Sejarah panjang kekerasan di Kabupaten Buleleng sudah berlangsung lama. Studi ini melacaknya dari tragedi pembantaian massal 1965-1966 hingga kekerasan politik di Desa Petandakan pada 23 Oktober 2003 yang menelan korban dua bersaudara, Putu Negara dan Ketut Agustana. Sebelum sadisnya kekerasan di Kabupaten Buleleng, kekerasan berlangsung di Desa Banjar yang kemudian sering disebut dengan “Tragedi Banjar” yang mengakibatkan lebih banyak korban tewas. Kabupaten Buleleng menunjukkan karakternya sebagai daerah yang sangat mudah tersulut kekerasan politik. Berbagai hajatan politik selalu ditunjukkan dengan beringasnya kekerasan para warganya. Sejarah panjang kekerasan politik di Buleleng—dan juga secara umum di Bali—ditunjukkan dengan ketegangan antara PNI dan PKI yang berujung pada pembantaian orang-orang yang dituduh anggota dan simpatisan PKI. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu wilayah pembantaian yang berlangsung hampir di seluruh wilayah di Bali dan juga Indonesia. Berikutnya setelah PNI menikmati kemenangan dalam menumpas “sisa-sisa komunis”, terjadi aksi peng-Golkar-an yang kemudian terkenal dengan peristiwa peng-Golkar-an. Kali ini PNI yang mejadi korbannya karena tidak bersedia bergabung dengan Golkar, salah satu kekuatan politik rezim Orde Baru untuk membangun kekuasaannya. Terjadi aksi teror dan pembakaran kandang sapi milik anggota PNI yang masih belum bersedia bergabung ke Golkar. Berikutnya adalah kekerasan saat zaman Reformasi ketika PDIP menyeruak dengan kebebasannya setelah terbungkam selama rezim Orde Baru dan Golkar berkuasa. Maka tidaklah heran ketegangan dan kerusuhan partai politik sering melibatkan kedua partai besar ini.

Ada sebuah pertanyaan penting yang belum ditemukan jawaban yang memuaskan hingga kini yaitu kenapa di Kabupaten Buleleng kekerasan begitu akrab dan menjadi keseharian masyarakat dalam hidupnya? Mengapa krama Buleleng sangat beringas terutama dalam memperjuangkan aspirasi politiknya? Ataukah itu semua hanya rentetan dendam panjang yang mencari media untuk meletup terus-menerus? Beberapa pertanyaan tersebut selalu mengusik saya selama melakukan studi tentang kekerasan di Bali. Pertanyaan itu tentu sangat penting dan menjadi titik sentral dalam studi tentang kekerasan yang sangat penting dielaborasi dalam studi-studi berikutnya. Namun, studi ini tidak berkeinginan untuk menjawab pertanyaan itu karena lebih memfokuskan untuk melihat detail pergolakan subaltern dalam kekerasan politik tersebut.

"

Bahasa : Indonesian
Negara : Indonesia
Penerbit : Prenada Media
Penulis : I Ngurah Suryawan
Jumlah halaman : 488
Ulasan Anggota
Belum ada ulasan untuk edisi ini.
Edisi Rekomendasi
Edisi Rekomendasi
© 2010 - 2019 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Memuat...
Memuat...