Tempat Paling Liar Di Muka Bumi (Puisi)

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi (Puisi) Book by Theoresia Rumthe & Weslly Johannes


By Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

Non Fiction Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 45.000

Full Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 89.000

Digital X Kompas.Id 1 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 129.000

Digital X Kompas.Id 3 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 359.000

Digital X Kompas.Id 6 Bulan Premium Package

Read this and other thousands books & magazines for

Rp 649.000

Single Issue
Rp 37.400
Add to Cart
** Digital publication can only be read on Gramedia Digital e-reader
Description
Detail
Rating & Review
GoodReads
Release Date: 21 September 2016.

Sekali lagi kita menemukan asin laut, putih pasir, bunga karang, dan keindahan-keindahan lain yang membentuk kehidupan di Timur Indonesia dalam puisi. Theo dan Weslly telah menjelaskan dengan sangat baik kepada kita bagaimana jatuh cinta dan mencintai bisa begitu ajaib dan berbahaya.

–Irfan Ramli, penulis skenario film Cahaya Dari Timur; Beta Maluku

Tempat Paling Liar di Muka Bumi meliarkan imajinasi tentang jiwa-jiwa yang sedang jatuh cinta. Yang berani membabi buta mencinta. Yang saling memuja dan tak peduli apakah ada iri dari mereka yang belum menemukan jenis cinta paling liar. Tapi, jangan memendam iri, sebab sebagaimana kata Theo dan Weslly, manusia seharusnya tak hanya pandai jatuh cinta, tetapi juga terus mengusahakan cinta. Semoga usaha-usaha itu berbuah cinta, sebuah tempat paling liar di muka bumi.

–Windy Ariestanty, penulis dan pecinta perjalanan

Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Author : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes
Page Count : 105
Rating & Review
No review for this product yet.
Recommendation
Recommendation
© 2010 - 2020 All Rights Reserved. Gramedia Digital is a registered trademark of Gramedia Digital Nusantara.
Loading...
Loading...