#BacaJadiLebihMudah

Selamat Hari Guru! Tahukah Kamu Pengorbanan Luar Biasa Mereka?

Selamat Hari Guru! Tahukah Kamu Pengorbanan Luar Biasa Mereka?

Hari ini, Senin, 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Peringatan ini ada sebagai bentuk penghargaan kepada guru-guru di Indonesia.

Tentunya guru punya andil dalam mencerdaskan para penerus bangsa. Mereka yang dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka setia mengabdi demi anak bangsa, dan memiliki kisahnya masing-masing. Termasuk mereka yang menjadi tenaga pengajar di pedalaman dan memiliki banyak pengorbanan demi bisa mendidik murid-muridnya.

Seperti beberapa kisah yang sudah Gramedia Digital rangkum berikut ini, tentang para guru yang tetap mengabdi meski dengan perjuangan yang tidak mudah. Semoga kisah mereka bisa menginspirasi kamu yang bercita-cita sebagai guru ya.

1. Kisah Guru di Pedalaman Papua

Seorang guru di pedalaman Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, bernama Diana Cristian Da Costa Ati membagikan kisahnya. Seperti dikutip dari Kompas.com, sang guru menyebutkan pada sekitar November 2018, anak-anak SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, Kabupaten Mappi sama sekali tidak bisa menyebutkan identitas negara.

Ia pun menangis saat pertama kali tahu kondisi tersebut. Dari sana, Diana bersama temannya berniat untuk mengubah nasib anak-anak di sana. Ia kemudian memacu motivasi anak didiknya untuk giat belajar, meski kondisi sekolah terbatas dengan segala fasilitasnya.

2. Dibayar dengan Gaji Rp 250 Ribu per Bulan

Kisah lainnya datang dari Abdul Khalik, yang menjadi pengajar di pelosok Maros, Sulawesi Selatan. Ia bertahan mengajar di Maros sejak 2014 lalu.

Seperti yang tertulis pada artikel detik.com, Abdul Khalik begitu setia mendidik muridnya, meski jarak dari rumahnya lebih dari 30 kilometer. Tak cuma itu, ia tetap tulus mengabdi sebagai guru meski hanya menerima gaji sebesar Rp 250 ribu per bulan.

3. Hidup Tanpa Listrik dan Jauh dari Mata Air

Indri Inggriaty Marliansari Bengu merupakan pengajar di Desa Edagotadi, Kabupaten Deiyai, Papua. Desa itu merupakan lokasi yang kekurangan air. Penduduk setempat harus pergi ke bawah gunung untuk medapatkan air.

Di sana juga ia harus menggunakan genset jika ingin mengisi baterai ponsel dan laptopnya karena belum ada aliran listrik. Dikutip dari Orami.co.id, Indri juga pernah mengalami kejadian pahit saat terjadi perampokan di tempat tinggalnya, di mana semua benda berharganya dibawa perampok yang saat itu membawa senapan, meminta paksa Indri untuk menyerahkan barang-barang berharga yang dimilikinya.

Dari tiga nukilan kisah di atas, kita tahu bahwa menjadi seorang guru juga memiliki pengorbanan yang luar biasa. Apalagi bagi mereka yang dengan tulus menjadi tenaga pengajar di daerah pedalaman. Apakah kamu sudah banyak tahu tentang kisah-kisah inspiratif seperti di atas?

Masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif tentang para guru yang ada di luar sana. Salah satunya seperti yang tertuang dalam buku Sokola Rimba. Yang berisikan pengalaman Butet Manurung yang mengajar Orang Rimba, yang tinggal di hutan Wilayah Jambi. Buku ini patut menjadi bacaan bagi kamu yang benar-benar ingin mengetahui seperti apa rasanya terjun langsung ke pedalaman untuk berbagi ilmu dengan mereka yang jauh di pedalaman.

buku

Buku ini, bisa kamu dapatkan di Gramedia Digital. Tak cuma buku ini, kamu juga bisa membaca berbagai judul buku terkait tentang guru dan juga pengalamannya. Yuk, tunggu apa lagi, langsung download aplikasi Gramedia Digital, beli bukunya dan baca ya. Karena Gramedia Digital membuat #BacaJadiLebihMudah.


Sumber foto header: Unsplash.com


Masukan email kamu untuk berlangganan newsletter

comments powered by Disqus