#BacaJadiLebihMudah

Physical Distancing vs Social Distancing, Apa Bedanya?

Physical Distancing vs Social Distancing, Apa Bedanya?

Di tengah meluasnya penyebaran virus korona baik di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lainnya, WHO secara resmi mengubah anjuran social distancing (pembatasan sosial) menjadi physical distancing (pembatasan fisik).

Lewat akun Twitter resminya, lembaga kesehatan dunia ini menjelaskan bahwa pembatasan fisik dapat dilakukan dengan membatalkan acara olahraga, konser, dan acara lainnya yang melibatkan banyak orang.

Dengan melakukan hal ini, diharapkan dapat membantu memperlambat penyebaran virus korona, meringankan beban tenaga medis serta memungkinkan tindakan yang sesuai target dan fokus untuk mengelola pandemi ini.

Sebelumnya, pembatasan sosial sudah dilakukan oleh banyak wilayah di dunia termasuk negara kita.

Perlu diingat bahwa sebenarnya pembatasan kontak fisik yang harus dilakukan bukannya kontak sosial.

Di saat-saat genting seperti ini, kesehatan mental juga sebaiknya diperhatikan dengan tetap menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekitar.

Meskipun tak bisa bertemu secara langsung, kamu tetap dianjurkan berkomunikasi dengan memanfaatkan fasilitas internet seperti e-mail, video call, dan media sosial lainnya.


Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Korona dengan Self Quarantine. Kenapa Nggak?


Dr. Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular dari WHO juga menyatakan alasan untuk mengubah anjuran social distancing menjadi physical distancing.

Kata pembatasan fisik dianggap lebih tepat karena menjaga jarak dengan orang-orang-orang penting untuk dilakukan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Akan tetapi bukan berarti secara sosial memutuskan hubungan dengan orang yang kita cintai dan keluarga kita.

WHO juga berharap dalam situasi ini orang-orang tetap terhubung lewat internet dan media sosial karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

physical_distancing_korona
(Foto: Nastya_Gepp/Pixabay)

Di Indonesia, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference dengan para gubernur di seluruh Indonesia (24/3/2020) menyatakan bahwa physical disctancing menjadi opsi yang paling tepat untuk diambil.

Menjaga jarak aman dinilai merupakan tindakan yang perlu dilakukan secara disiplin oleh setiap warga Indonesia dengan tak lupa menjaga kerukunan masyarakat.

Jokowi juga menekankan perubahan nama ini tidak akan mengubah kebijakan social distancing yang telah diterapkan sebelumnya yaitu bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.


Baca juga: Hidup Berkualitas Dimulai dari Rumah


Selama physical distanding banyak hal berfaedah yang bisa kamu lakukan untuk membunuh rasa jenuh, salah satunya dengan marathon reading.

Ribuan koleksi e-books dari penerbit dalam dan luar negeri menantimu di Gramedia Digital.


Sumber foto header: Dragana Gordic/Shutterstock


Masukan email kamu untuk berlangganan newsletter

comments powered by Disqus