#BacaJadiLebihMudah

Mengenal Slow Living, Sebuah Seni Hidup Melambat

Mengenal Slow Living, Sebuah Seni Hidup Melambat

Tren gaya hidup beberapa tahun belakangan mengalami beberapa peralihan. Salah satunya munculnya tren slow living atau seni hidup melambat. Tren ini berfokus pada hidup sederhana dan pada tujuan hidup masing-masing individu dengan cara menikmati hal-hal kecil.

Seni hidup melambat atau slow living dapat dinikmati oleh kita yang merasa butuh untuk mengubah cara hidup yang terlalu metropolis menjadi lebih sederhana dan menyatu dengan alam.

Umumnya, mereka yang hidup melambat akan menfokuskan diri dengan hal-hal kecil dan sederhana namun bermakna dalam hidup kesehariannya.

Seni hidup melambat atau tren slow living biasa dilakukan dengan beralih untuk melakukan aktivitas berikut ini.

1. Mengurangi Pemakaian Gawai

Tidak dapat dipungkiri di era modern ini kehadiran gawai sangat dibutuhkan. Hidup sangat bergantung pada gawai mulai dari berkirim pesan, bersosialiasi, hingga menonton.

Sebagai pelaku tren slow living, kita harus lebih bisa mengontrol pemakaian gawai. Bila perlu, kurangi pemakaian gawai dan mulai berinteraksi secara langsung.


Baca juga: Tren Pembaca Digital 2019, Apakah Kamu Salah Satunya?


2. Menikmati Keindahan Alam

Salah satu hal yang sering kita luput adalah menikmati pemandangan yang tersedia di sekitar kita.

Menikmati keindahan alam dipercaya dapat memberikan ketenangan batin dan membuat yang menikmati lebih bersyukur akan hal-hal yang sudah diberikan dalam hidupnya.

3. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Makan sayur dan buah adalah hal sederhana selain menikmati keindahan alam. Menikmati hasil alam atau pertanian adalah salah satu poin penting dalam seni hidup melambat.

Konsumsi sayur dan buah dapat membantu pelaku seni hidup melambat untuk hidup lebih sehat dan bahagia.

4. Melakukan Hal-Hal Sederhana

Bercocok tanam, menikmati udara pagi, dan memasak sendiri di rumah adalah aktivitas sederhana yang dilakukan dalam seni hidup melambat.

Mengerjakan hal-hal simpel tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan.

tren
Photo by Olia Gozha / Unsplash

5. Mengefisiensi Waktu

Seni hidup melambat mempengaruhi pelakunya untuk lebih fokus pada tujuan hidup masing-masing sehingga efisiensi waktu adalah kunci.

Melakukan aktivitas dengan efisien dapat mempengaruhi kualitas hidup pelakunya—apakah lebih produktif atau justru sebaliknya.

6. Membaca untuk Menikmati Waktu Luang

Kegiatan membaca dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang, sebelum mengawali hari, atau setelah lelah beraktivitas seharian. Membaca dapat menambah ilmu dan informasi sekaligus hiburan.


Bagaimana? Tertarik untuk beralih hidup melambat? Beberapa hal di atas dapat dilakukan untuk memulai jadi pelaku seni hidup melambat atau slow living. Fokus pada tujuan hidup untuk hidup yang lebih berkualitas.

Baca buku-buku bergenre pengembangan diri di Gramedia Digital!


Baca juga: Rahasia Super Hemat Baca Buku, Majalah, dan Koran Digital Sepuasnya


Masukan email kamu untuk berlangganan newsletter

comments powered by Disqus